Selasa, 14 Januari 2014

TUGAS INDIVIDU PSIKOLOGI MANAJEMEN

Nama               : Armono
Npm                 : 13509517
Kelas               : 3PA05
Mata Kuliah   : Psikologi Manajemen
Dosen              : Tri Maryani

KOMUNIKASI DALAM MANAJEMEN

1.     Definisi Manajemen
Sudjana (2000) : Manajemen merupakan rangkaian berbagai kegiatan wajar yang dilakukan seseorang berdasarkan norma-norma yang telah ditetapkan dan dalam pelaksanaannya memiliki hubungan dan saling keterkaitan dengan lainnya. Hal tersebut dilaksanakan oleh orang atau beberapa orang yang ada dalam organisasi dan diberi tugas untuk melaksanakan kegiatan tersebut.
2.     Proses Komunikasi
Komunikator yang mempunyai maksud berkomunikasi dengan orang lain mengirimkan suatu pesan kepada orang yang dimaksud. Pesan yang disampaikan itu bisa berupa informasi dalam bentuk bahasa ataupun lewat simbol-simbol yang bisa dimengerti kedua pihak. Pesan itu disampaikan atau dibawa melalui suatu media atau saluran baik secara langsung maupun tidak langsung. Contohnya berbicara langsung melalui teleponsurate-mail, atau media lainnya. Media alat yang menjadi penyampai pesan dari komunikator ke komunikan. Komunikan menerima pesan yang disampaikan dan menerjemahkan isi pesan yang diterimanya ke dalam bahasa yang dimengerti oleh komunikan itu sendiri. Komunikan memberikan umpan balik atau tanggapan atas pesan yang dikirimkan kepadanya, apakah dia mengerti atau memahami pesan yang dimaksud oleh si pengirim.

3.     Hambatan Komunikasi
Noise adalah hal-hal yang dapat mengganggu efektivitas proses komunikasi. Hambatan dalam berkomunikasi dapat disebabkan oleh faktor-faktor dalam organisasi maupun dalam diri individu.
Macam-macam hambatan dalam komunikasi, antara lain :
a.     Hambatan Organisasional
Hirarki organisasi
Setiap tingkatan dalam rantai komunikasi dapat menambah, mengurangi, mengubah, atau sama sekali berbeda dengan informasi aslinya.
Wewenang manajerial
Baik atasan maupun bawahan sering tidak sepenuhnya menerima kondisi yang tidak menguntungkan kedua belah pihak.
Spesialisasi
Spesialisasi cenderung memisahkan oramg-orang, membuat mereka merasa hidup dalam dunia yang berbeda sehingga menimbulkan kesulitan dalam berkomunikasi.
b.     Hambatan Individual
Ketidaktepatan bahasa
Ketidaktepatan pemilihan kata memungkinkan terjadi kesalahan dalam proses encoding dan decoding.
Ketiadaan umpan balik
Komunikasi dua arah cenderung lebih efektif dibandingkan komunikasi satu arah karena dapat langsung memperoleh feedback.
Komunikasi yang tidak tepat
Manajer dapat menggunakan saluran komunikasi oral, tertulis, maupun nonverbal. Pemilihan saluran harus tepat dengan mempertimbangkan kelebihan dan kekurangan masing-masing jenis saluran komunikasi.
Gangguan yang bersifat fisik
Gangguan fisik yang mungkin terjadi antara lain : bunyi telepon, kedatangan orang lain, kurangnya privasi, dll. Untuk mengatasinya, komunikasi harus dipersiapkan dengan baik dan diperlukan adanya perhatian manajemen.
Pengaruh status
Terjadinya filtering, yaitu suatu tindakan secara sengaja menyampaikan informasi yang dianggap bisa menyenangkan penerima (terutama atasan). Hal ini akan mengakibatkan pengambilan keputusan yang tidak tepat karena tidak akuratnya informasi.
Persepsi
Stereotypes : individu diidentifikasikan dengan atribut yang melekat pada suatu kelompok. Misal: gender, umur,dan ras.
Halo effects : satu atribut digunakan untuk menilai sesuatu secara keseluruhan.
Selective perception : kecenderungan untu melihat suatu permasalahan dari sudut pandang yang dipilih.
Projection
Mempersepsikan orang lain sesuatu dengan karakteristik yang dimilikinya.
c.      Perbedaan budaya
Budaya yang berbeda membuat individu berkomunikasi dengan cara yang berbeda pula.
4.     Defenisi komunikasi interpersonal efektif
Komunikasi interpersonal pada dasarnya merupakan komunikasi yang dilakukan oleh dua orang atau lebih yang bersifat langsung dan dialogis. Maksud dari langsung dan dialogis adalah bahwa segala sesuatu yang terjadi dalam proses komunikasi dapat diketahui saat itu juga, misalnya kalau ada yang kurang jelas maka bisa ditanyakan dan dijawab pada saat itu juga, sehingga komunikasi dapat lebih efektif. Dengan proses komunikasi yang langsung dan dialogis yang berjalan secara akrab diharapkan akan memberikan dampak yang lebih kuat pengaruhnya bagi pihak lain yang mendengar dan melihat apa yang menjadi pokok pembicaraan.

5.     Komunikasi interpersonal efektif dalam organisasi, mencakup antara  lain :
      a.     Componentional
Definisi komunikasi interpersonal yang efektif dalam oraganisasi berdasarkan Componentional menjelaskan komunikasi antar pribadi dengan mengamati komponen-komponen utamanya dalam hal ini, penyampaian pesan oleh satu orang dan penerimaan pesan oleh orang lain atau sekelompok kecil orang dengan berbagai dampaknya dan dengan peluang untuk memberikan umpan balik dengan segera.
      b.     Situational
Definisi komunikasi interpersonal yang efektif dalam oraganisasi berdasarkan Situational menjelaskan tentang situasi yang menyenangkan akan menciptakan komunikasi yang menyenangkan pula dan akan menimbulkan persepsi yang baik pula karena pada dasarnya emosi akan mudah terpancing saat berada pada situasi yang salah, sehingga akan membentuk persepsi dimana ego akan lebih mendominasi dan sangat memungkinkan untuk terjadinya hambatan dalam proses komunikasi.

Referensi :
Sudjana, N. (2001). Penelitian dan Penilaian Pendidikan. Bandung: Sinar Baru.
Suharsono. (2008). Komunikasi Interpersonal dan Keberhasilan Kepemimpinan, Jurnal Ilmu Komunikasi. Malang: UBM.
http://jurnal-sdm.blogspot.com/2010/01/komunikasi-interpersonal-definisi.html , di akses pada tanggal 08 Januari 2014, pukul 23.35 WIB




Tidak ada komentar:

Posting Komentar