Nama : Armono
Npm :
13509517
Kelas :
3PA05
Mata
Kuliah : Psikologi Manajemen
Dosen :
Tri Maryani
KOMUNIKASI DALAM
MANAJEMEN
1.
Definisi Manajemen
Sudjana (2000) : Manajemen merupakan
rangkaian berbagai kegiatan wajar yang
dilakukan
seseorang berdasarkan norma-norma yang telah ditetapkan dan dalam pelaksanaannya memiliki hubungan
dan saling keterkaitan dengan lainnya. Hal tersebut dilaksanakan oleh orang atau
beberapa orang yang ada dalam organisasi dan diberi tugas untuk melaksanakan kegiatan
tersebut.
2. Proses
Komunikasi
Komunikator
yang mempunyai maksud berkomunikasi dengan orang lain mengirimkan suatu pesan
kepada orang yang dimaksud. Pesan yang disampaikan itu bisa berupa informasi
dalam bentuk bahasa ataupun
lewat simbol-simbol yang bisa dimengerti kedua pihak. Pesan itu
disampaikan atau dibawa melalui suatu media atau saluran baik secara langsung
maupun tidak langsung. Contohnya berbicara langsung melalui telepon, surat, e-mail, atau media lainnya. Media alat
yang menjadi penyampai pesan dari komunikator ke komunikan. Komunikan
menerima pesan yang disampaikan dan menerjemahkan isi pesan yang diterimanya ke
dalam bahasa yang dimengerti oleh komunikan itu sendiri. Komunikan
memberikan umpan balik atau tanggapan atas pesan yang dikirimkan kepadanya,
apakah dia mengerti atau memahami pesan yang dimaksud oleh si pengirim.
3. Hambatan
Komunikasi
Noise adalah hal-hal yang dapat
mengganggu efektivitas proses
komunikasi. Hambatan dalam berkomunikasi dapat disebabkan oleh faktor-faktor
dalam organisasi maupun dalam diri individu.
Macam-macam hambatan dalam
komunikasi, antara lain :
a.
Hambatan Organisasional
Hirarki organisasi
Setiap tingkatan dalam rantai
komunikasi dapat menambah, mengurangi, mengubah, atau sama sekali berbeda
dengan informasi aslinya.
Wewenang manajerial
Baik atasan maupun bawahan sering
tidak sepenuhnya menerima kondisi yang tidak menguntungkan kedua belah pihak.
Spesialisasi
Spesialisasi cenderung
memisahkan oramg-orang, membuat mereka merasa hidup dalam dunia yang berbeda
sehingga menimbulkan kesulitan dalam berkomunikasi.
b.
Hambatan Individual
Ketidaktepatan bahasa
Ketidaktepatan pemilihan kata
memungkinkan terjadi kesalahan dalam proses encoding dan decoding.
Ketiadaan umpan balik
Komunikasi dua arah cenderung lebih
efektif dibandingkan komunikasi satu
arah karena dapat langsung memperoleh feedback.
Komunikasi yang tidak tepat
Manajer dapat menggunakan saluran
komunikasi oral, tertulis, maupun nonverbal. Pemilihan saluran harus tepat
dengan mempertimbangkan kelebihan dan kekurangan masing-masing jenis saluran
komunikasi.
Gangguan yang bersifat fisik
Gangguan fisik yang mungkin terjadi
antara lain : bunyi telepon, kedatangan orang lain, kurangnya privasi, dll.
Untuk mengatasinya, komunikasi harus dipersiapkan dengan baik dan diperlukan
adanya perhatian manajemen.
Pengaruh status
Terjadinya filtering, yaitu
suatu tindakan secara sengaja menyampaikan informasi yang dianggap bisa
menyenangkan penerima (terutama atasan). Hal ini akan mengakibatkan pengambilan
keputusan yang tidak tepat karena tidak akuratnya informasi.
Persepsi
Stereotypes : individu diidentifikasikan dengan
atribut yang melekat pada suatu kelompok. Misal: gender, umur,dan ras.
Halo effects : satu atribut digunakan untuk
menilai sesuatu secara keseluruhan.
Selective perception :
kecenderungan untu melihat suatu permasalahan dari sudut pandang yang dipilih.
Projection
Mempersepsikan orang lain sesuatu
dengan karakteristik yang dimilikinya.
c.
Perbedaan budaya
Budaya yang berbeda membuat individu berkomunikasi dengan
cara yang berbeda pula.
4. Defenisi
komunikasi interpersonal efektif
Komunikasi interpersonal pada dasarnya merupakan
komunikasi yang dilakukan oleh dua orang atau lebih yang bersifat langsung dan dialogis. Maksud dari langsung dan dialogis adalah bahwa segala sesuatu
yang terjadi dalam proses komunikasi dapat diketahui saat itu juga, misalnya
kalau ada yang kurang jelas maka bisa ditanyakan dan dijawab pada saat itu
juga, sehingga komunikasi dapat lebih efektif.
Dengan proses komunikasi yang langsung dan dialogis
yang berjalan secara akrab diharapkan akan memberikan dampak yang lebih kuat
pengaruhnya bagi pihak lain yang mendengar dan melihat apa yang menjadi pokok
pembicaraan.
5. Komunikasi
interpersonal efektif dalam
organisasi, mencakup
antara lain :
a. Componentional
Definisi
komunikasi interpersonal yang efektif dalam oraganisasi berdasarkan Componentional menjelaskan komunikasi
antar pribadi dengan mengamati komponen-komponen utamanya dalam hal ini,
penyampaian pesan oleh satu orang dan penerimaan pesan oleh orang lain atau
sekelompok kecil orang dengan berbagai dampaknya dan dengan peluang untuk
memberikan umpan balik dengan segera.
b. Situational
Definisi komunikasi interpersonal yang efektif dalam oraganisasi berdasarkan Situational menjelaskan tentang situasi yang menyenangkan akan
menciptakan komunikasi yang menyenangkan pula dan akan menimbulkan persepsi
yang baik pula karena pada dasarnya emosi akan mudah terpancing saat berada
pada situasi yang salah, sehingga akan membentuk persepsi dimana ego akan lebih
mendominasi dan sangat memungkinkan untuk terjadinya hambatan dalam proses
komunikasi.
Referensi :
Sudjana, N. (2001). Penelitian dan Penilaian
Pendidikan. Bandung: Sinar Baru.
Suharsono.
(2008). Komunikasi Interpersonal dan Keberhasilan Kepemimpinan, Jurnal
Ilmu Komunikasi. Malang: UBM.
http://jurnal-sdm.blogspot.com/2010/01/komunikasi-interpersonal-definisi.html
, di akses pada tanggal 08 Januari 2014, pukul 23.35 WIB